Minggu, 30 Oktober 2016
Minggu, 16 Oktober 2016
Sabtu, 01 Oktober 2016
Kreativitas ala barang bekas,botol bekas..
KREATIFITAS
Di susun :
SHILFIE WAKYU OKTAFIA
/ 20153124340450029
Dosen Pengampuh :
Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MPU TANTULAR
Umumnya kreativitas didefinisikan sebagai Person, Process, Press, Product. Keempat P ini saling berkaitan, yaitu Pribadi (Person) kreatif yang melibatkan diri dalam proses (Process) kreatif, dan dengan dorongan dan dukungan (Press) dari lingkungan, menghasilkan produk (Product) kreatif. Secara Umum Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk, atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal pembuatnya, yang dapat berupa imajinatif atau sintesis pemikiran yang hasilnya bukan hanya rangkuman. Dapat mencakup pembentukan pola baru dan gabungan informasi yang diperoleh dari pengalaman sebelumnya. Ada 8 cara untuk mendapatkan kreativitas kita mengalir..
1. Ambil istirahat. Tapi bukan sembarang istirahat: Istirahat yang mempengaruhi kreativitas meliputi kegiatan yang memerlukan cukup gerak – namun justru tidak terlalu mengasyikkan seperti berjalan-jalan atau berkebun
2. Tidur sebentar. Tidak ada yang dapat mencegah krisis di siang hari dengan ucapan “Saya bosaaan”, dan hal yang sama juga bisa menimpa anda. “Orang-orang lebih produktif dan kreatif setelah tidur siang,”
3. Meditasi. Jika anda tidak punya waktu untuk meditasi, ambil beberapa menit untuk menenangkan pikiran anda.
4. Buat sedikit kebisingan. Menurut penelitian terbaru, dikatakan bahwa bekerja di lingkungan yang cukup bising membantu orang menjadi lebih produktif dan kreatif.
5. Go Green. Otak kita mengasosiasikan warna dengan alam dan pertumbuhan, yang memacu inovasi. Yang diperlukan hanyalah dua detik untuk melihat sesuatu yang hijau, jadi lanjutkanlah menatap tanaman.
6. Maksimalkan kendaraan anda. Merubah rute berkendara anda menuju suatu lokasi akan membantu meningkatkan kreativitas anda, terutama jika anda terbiasa mengambil jalan besar yang cenderung membosankan
7. Log Out. Lakukanlah doodling (menggambar sambil melamun atau sambil bercakap-cakap atau sambil memikirkan sesuatu).
8. Bermimpi kecil. Tutup mata anda dan bayangkan masa depan anda. Apa yang anda lihat? Nah, akan lebih kreatif jika anda terus seperti ini.
Kreatifitas juga dapat kita buat dari barang bekas yang setiap hari kita gunakan, seperti botol bekas. Botol plastik mungkin adalah benda anorganik yang sulit terurai jika sudah menjadi sampah. Oleh karena itu pemanfaatan kembali atau recycle adalah hal yang sangat bijak untuk dilakukan. Jika Anda memiliki beberapa botol plastik bekas di rumah, maka jangan dibuang begitu saja. Anda bisa memanfaatkan botol tersebut menjadi lebih berguna. Jika Anda memiliki anak kecil, Anda bisa membuat mainan dari botol plastik bekas tersebut. Atau bisa juga membuat beberapa benda simple yang bisa membantu pekerjaan rumah tangga, seperti sapu, gantungan baju, rak, dll. Berikut kreatifitas dari botol bekas yang bisa anda praktekkan:
1. furniture yang dilapisi dengan tutup botolAnda bisa membuat kerangkanya dahulu dengan besi, kemudian lapisi dengan tutup botol yang warna-warni.
2. Boneka pinguin dari botol plastik
Botol plastik bekas bisa pula dimanfaatkan dan dibuat menjadi bonek pinguin. Potong dua botol plastik, lalu gabungkan antara ujung bawah dengan ujung bawah. Lalu lukis membentuk gambar pinguin.
3. Tempat pernak-pernik unik
Tempat pernak-pernik perhiasan Anda bisa Anda buat sendiri dari botol plastik.
4. Juicer atau pemeras jeruk dari botol plastik
Memeras jeruk juga bisa Anda lakukan dengan memanfaatkan botol plastik. Tentu botolnya harus memiliki cekungan di bagian bawah seperti pada gambar ini.
5. Pot bunga dinding horizontal
Dinding halaman rumah bisa Anda berikan sentuhan go green dengan pot bunga yang dibuat dari botol plastik bekas. Metode ini adalah seperti metode tanaman hidroponik. Anda tinggal melubangi bagian tengah botol plastik, kemudian berikan media tanam berupa tanah, lalu berikan bibit tanamannya. Tentu harus rutin penyiraman airnya.
6. Inovasi genteng dari botol plastikAnda memiliki banyak sekali botol plsatik ukuran besar yang tidak terpakai? Anda bisa membuatnya menjadi genteng plastik. caranya sangat mudah

7. Kotak bingkisan unik dari botol plastik
Membuat suvenir atau kotak bingkisan hadiah bisa pula menggunakan botol palstik bekas

8. Tirai
Tidari dari botol plastik cukup unik juga. Potong bagian bawah botol tipis, lalu rangkai membentuk tirai.
12. Rak koran dan majalah


13. Kursi dari botol plastik
Anda bisa membuat kursi mini dari botol plastik. Namun tentu kursi tersebut tidak bisa menopang berat beban orang dewasa ya.

14. Mainan anak
Botol beekas bisa pula dijadikan berbagai jenis mainan untuk bayi dan anak kecil. Mulai dari robot, mobil-mobilan, roket, pistol, dan lain sebagainya.
Sekian tentang kreativitas dari saya, silahkan mencoba..
Referensi : http://ideproperti.com/45-ide-kreatif-dari-botol-plastik-bekas/
Referensi : http://ideproperti.com/45-ide-kreatif-dari-botol-plastik-bekas/
Senin, 24 Februari 2014
NOKEN, tas simbol PAPUA BARAT

Diwilayah Papua Barat Tas merupakan simbol, kehidupan yang baik, perdamaian dan kesuburan, perempuan Papua khususnya Papua Barat memilki tas tradisional yang bernama Noken.yang merupakan lambang atau simbol.
Noken adalah kantung atau tas yang di jalin dari kulit kayu biasanya tas ini di gantung di kepala atau leher perempuan Papua untuk membawa hasil bumi, anak babi, bahkan menggendong bayi. Selain banyaknya bawaan yang bisa di kalungkan, beberapa perempuan bahkan menggantungkan lebih dari satu noken di lehernya.
Hal lain yang menarik dari tas tradisional ini adalah bahwa hanya perempuan Papua yang boleh membuat Noken, perempuan papua yang belum bisa menjalin Noken. Bahkan sering dianggap belum dewasa dan belum layak menikah.
Berbagai suku di Papua dan Papua Barat menyebut Noken dengan berbagai nama, bahan baku kayu yang di gunakan berbeda – beda. Ada kulit kayu pohon Menduam, pohon Nawa bahkan Anggrek hutan dan harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
Selasa, 18 Februari 2014
Pantai Tanjung Kasuari khas PAPUA BARAT
Pantai Tanjung Kasuari di wilayah Sorong adalah oase yang menyejukan saat Anda berkunjung ke Sorong, Papua Barat. Pantainya berpasir putih dengan laut yang biru dan pepohonan yang rimbun menjadi pesona dari Papua.
Papua memang terkenal dengan kebudayaan adat istiadat yang masih terjaga. Keindahan hutan yang masih hijau dan lebat juga masih menjadi ciri khas dari Papua. Kota Sorong, adalah salah satu kota termaju di Papua Barat. Sorong juga menjadi gerbang awal untuk memasuki wilayah Papua. Jika anda saat di Sorong, berkunjunglah ke Pantai Tanjung Kasuari, anda akan terkejut dengan keindahan pantainya.
Pantai Tanjung Kasuari dapat ditempuh dari Kota Sorong dengan menyewa angkot. Harga mobil yang disewa dari Kota Sorong ke Pantai Tanjung Kasuari untuk pulang pergi berkisar Rp 100.000 sampai dengan Rp 200.000.
Pantai Tanjung Kasuari terletak di ujung Kota Sorong, hanya dengan 30 menit perjalanan saja. Pantai Tanjung Kasuari sudah menjadi andalan objek wisata Kota Sorong.
Bukan hanya keindahan alam saja tapi khas Pantai Tanjung Kasuari adalah memiliki pasir yang begitu putih dan bersih. Pemandangan pantainya akan menjadi oase dalam panas dan teriknya Kota Sorong. Saat di pantai, anda dapat berbaring di bawah rimbunan pohon-pohon yang tinggi dan hijau dan bukan hanya bisa tiduran saja tapi juga dapat menikmati santapan disana sambil melihat kendahan pantai Tanjung Kasuari.
Pasir pantai yang putih akan menjadi alas anda untuk dapat berbaring ditengah teriknya matahari. Air yang biru dan jernih, serta ombak-ombak yang berderu akan menggoda anda untuk berenang.
Pantai Tanjung Kasuari selalu ramai dikunjungi saat akhir pekan. Jika ingin menikmati pantai ini serasa milik pribadi, maka datanglah saat hari kerja. Dijamin, Anda akan merasakan ketenangan yang damai di Timur Indonesia. Jangan lupa untuk mengabadikan momen spesial saat berkunjung ke pantai ini dengan kamera anda.
Senin, 17 Februari 2014
Festival Danau Sentani Pesta Budaya Masyarakat Papua
Festival Danau Sentani adalah festival pariwisata tahunan yang diadakan di sekitar Danau Sentani. Festival ini diselenggarakan sejak 2007 dan telah menjadi festival tahunan dan masuk dalam kalendar pariwisata utama. FDS ini banyak diikuti oleh turisBelanda maupun turis lokal. Festival Danau Sentani diadakan pada pertengahan bulan Juni tiap tahunnya selama lima hari berturut. Festival ini diisi dengan tarian-tarian adat di atas perahu, tarian perang khas Papua, upacara adat seperti penobatan Ondoafi, dan sajian berbagai kuliner khas Papua.
Karnaval Festival Danau Sentani diikuti seluruh paguyuban diKabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri yang turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.
Festival ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan diantara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin diantara sesama, mengingat di Papua terdiri dari ratusan suku-suku kecil yang terkadang gampang bentrok.
Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara diantaranya adalah pagelaran budaya, pameran barang seni papua, dan tour wisata.
Karnaval Festival Danau Sentani diikuti seluruh paguyuban diKabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Dari masing-masing paguyuban baik dari luar Papua maupun di Papua sendiri yang turut serta dalam pagelaran tersebut menampilkan budaya tradisional, tari-tarian tradisional yang diiringi lagu daerah.
Festival ini adalah bukti pemeliharaan persatuan dan kesatuan diantara sesama suku, ras, agama. Nasionalime yang sangat kental terjalin diantara sesama, mengingat di Papua terdiri dari ratusan suku-suku kecil yang terkadang gampang bentrok.
Tiga agenda pokok FDS, selain karnaval nusantara diantaranya adalah pagelaran budaya, pameran barang seni papua, dan tour wisata.
Jumat, 14 Februari 2014
TIFA, alat musik tradisional PAPUA BARAT
Salah satu alat musik yang paling
terkenal dari kawasan Indonesia Timur adalah Tifa. Secara khusus dapat
dikatakan bahwa Tifa adalah alat musik yang berasal dari maluku dan
papua, bentuknya mirip gendang dan cara memainkannya adalah dengan
dipukul.
Bahannya
terbuat dari sebatang kayu yang isinya dikosongkan dan pada salah satu
sisi ujungnya ditutup menggunakan kulit rusa yang telah dikeringkan
agar dapat menghasilkan suara yang bagus dan indah. Biasanya Tifa
diperindah dengan berbagai model ukiran sesuai dengan ciri khas setiap
suku di maluku dan papua.
Kapan Tifa dimainkan. Disamping sebagai pelengkap dari permainan istrumen musik tradisional, Tifa juga selalu dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian tradisional asmat,dan Tarian gatsi. Tarian tersebut biasanya digunakan pada acara-acara tertentu seperti upacara-upacara adat maupun acara-acara penting lainnya.
Bahannya
terbuat dari sebatang kayu yang isinya dikosongkan dan pada salah satu
sisi ujungnya ditutup menggunakan kulit rusa yang telah dikeringkan
agar dapat menghasilkan suara yang bagus dan indah. Biasanya Tifa
diperindah dengan berbagai model ukiran sesuai dengan ciri khas setiap
suku di maluku dan papua.Kapan Tifa dimainkan. Disamping sebagai pelengkap dari permainan istrumen musik tradisional, Tifa juga selalu dimainkan untuk mengiringi tarian tradisional, seperti Tarian perang, Tarian tradisional asmat,dan Tarian gatsi. Tarian tersebut biasanya digunakan pada acara-acara tertentu seperti upacara-upacara adat maupun acara-acara penting lainnya.
Minggu, 09 Februari 2014
Tari YOSPAN, tari khas PAPUA BARAT
Yosim Pancar atau biasa
disingkat Yospan adalah tari pergaulan/persahabatan para muda-mudi. Yospan
merupakan penggabungan dari dua tarian rakyat di Papua, yaitu Yosim dan Pancar.
Yosim adalah suatu tarian tua mirip poloneis dari dansa Barat dan berasal dari Sarmi, suatu kabupaten di pesisir utara Papua, dekat Sungai Mamberamo, namun ada juga yang mengatakan bahwa Yosim berasal dari wilayah teluk Saireri (Serui, Waropen). Sedangkan Pancar adalah suatu tarian yang berkembang di Biak Numfor dan Manokwari awal 1960-an semasa zaman Belanda di Papua, meniru pada awal sejarah kelahirannya, gerakan-gerakan “akrobatik” di udara - seperti gerakan jatuh jungkir-balik dari langit, mirip daun kering yang jatuh tertiup angin - dari pesawat tempur jet Neptune buatan Amerika Serikat yang dipakai Angkatan Udara Belanda di Irian Barat. Awal 1960-an, konflik Belanda-Indonesia seputar status kedaulatan atas Irian Barat masih berlangsung. Karena pesawat tempur ini digerakkan oleh pancaran gas (jet), maka tarian yang meniru gerakan akrobatiknya mula-mula disebut Pancar Gas, kemudian disingkat menjadi Pancar. Sejak kelahirannya awal 1960-an, Pancar sudah memperkaya gerakannya dari sumber-sumber lain, termasuk dari alam.
Tari Yosim Pancar memiliki dua regu pemain yaitu Regu Musisi dan Penari. Penari Yospan lebih dari satu orang dengan gerakan dasar yang penuh semangat, dinamik dan menarik. Beberapa jenis gerakannya yang terkenal sepertiPancar gas, Gale-gale, Jef, Pacul Tiga, Seka dan lain-lain.
Keunikan dari tarian ini adalah pakaian, aksesoris, dan alat musiknya. Warna dan jenis pakaian yang digunakan masing-masing Grup Seni tari/sanggar seni Yospan berbeda-beda, namun ciri khas Papua untuk aksesoris hampir sama. Alat-alat musik yang dipakai untuk mengiringi tarian Yospan seperti Gitar, Ukulele (Juk), Tifa dan Bass Akustik (stem bass). Ukulele, Tifa dan Stem Bass biasanya dibuat sendiri. Seorang yang sudah mahir bermain Stem Bass terkadang dapat bermain bukan lagi menggunakan jari atau telapak tangan untuk menekan not tapi menggunakan telapak kaki pada senar nilon. Irama dan lagu Tari Yospan secara khusus sangat membangkitkan kekuatan untuk tarian.
Yospan cukup populer dan sering diperagakan pada setiap event, acara adat, kegiatan penyambutan dan festival seni budaya. Yospan juga biasa ditampilkan di Manca Negara untuk memenuhi undangan atau mengikuti Festival disana.
Hampir setiap kampung di Papua memiliki grup seni tari yang terus dikembangkan.
Yosim adalah suatu tarian tua mirip poloneis dari dansa Barat dan berasal dari Sarmi, suatu kabupaten di pesisir utara Papua, dekat Sungai Mamberamo, namun ada juga yang mengatakan bahwa Yosim berasal dari wilayah teluk Saireri (Serui, Waropen). Sedangkan Pancar adalah suatu tarian yang berkembang di Biak Numfor dan Manokwari awal 1960-an semasa zaman Belanda di Papua, meniru pada awal sejarah kelahirannya, gerakan-gerakan “akrobatik” di udara - seperti gerakan jatuh jungkir-balik dari langit, mirip daun kering yang jatuh tertiup angin - dari pesawat tempur jet Neptune buatan Amerika Serikat yang dipakai Angkatan Udara Belanda di Irian Barat. Awal 1960-an, konflik Belanda-Indonesia seputar status kedaulatan atas Irian Barat masih berlangsung. Karena pesawat tempur ini digerakkan oleh pancaran gas (jet), maka tarian yang meniru gerakan akrobatiknya mula-mula disebut Pancar Gas, kemudian disingkat menjadi Pancar. Sejak kelahirannya awal 1960-an, Pancar sudah memperkaya gerakannya dari sumber-sumber lain, termasuk dari alam.
Tari Yosim Pancar memiliki dua regu pemain yaitu Regu Musisi dan Penari. Penari Yospan lebih dari satu orang dengan gerakan dasar yang penuh semangat, dinamik dan menarik. Beberapa jenis gerakannya yang terkenal sepertiPancar gas, Gale-gale, Jef, Pacul Tiga, Seka dan lain-lain.
Keunikan dari tarian ini adalah pakaian, aksesoris, dan alat musiknya. Warna dan jenis pakaian yang digunakan masing-masing Grup Seni tari/sanggar seni Yospan berbeda-beda, namun ciri khas Papua untuk aksesoris hampir sama. Alat-alat musik yang dipakai untuk mengiringi tarian Yospan seperti Gitar, Ukulele (Juk), Tifa dan Bass Akustik (stem bass). Ukulele, Tifa dan Stem Bass biasanya dibuat sendiri. Seorang yang sudah mahir bermain Stem Bass terkadang dapat bermain bukan lagi menggunakan jari atau telapak tangan untuk menekan not tapi menggunakan telapak kaki pada senar nilon. Irama dan lagu Tari Yospan secara khusus sangat membangkitkan kekuatan untuk tarian.
Yospan cukup populer dan sering diperagakan pada setiap event, acara adat, kegiatan penyambutan dan festival seni budaya. Yospan juga biasa ditampilkan di Manca Negara untuk memenuhi undangan atau mengikuti Festival disana.
Hampir setiap kampung di Papua memiliki grup seni tari yang terus dikembangkan.
Senin, 03 Februari 2014
HONAI, rumah khas PAPUA BARAT
Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atauilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki(disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).
Rumah Honai biasa ditinggali oleh 5 hingga 10 orang. Rumah Honai dalam satu bangunan digunakan untuk tempat beristirahat (tidur), bangunan lainnya untuk tempat makan bersama, dan bangunan ketiga untuk kandang ternak.[1] Rumah Honai pada umumnya terbagi menjadi dua tingkat. Lantai dasar dan lantai satu dihubungkan dengan tangga dari bambu. Para pria tidur pada lantai dasar secara melingkar, sementara para wanita tidur di lantai satu.[2] Dali rocks
Rabu, 29 Januari 2014
Pakaian Adat PAPUA BARAT
Pakaian adat pria dan wanita di Papua secara
fisik mungkin anda akan berkesimpulan bahwa pakaian tersebut hampir sama
bentuknya. Mereka memakai baju dan penutup badan bagian bawah dengan model yang
sama. Mereka juga sama-sama memakai hiasan-hiasan yang sama, seperti hiasan
kepala berupa burung cendrawasih, gelang, kalung, dan ikat pinggang dari
manik-manik, serta rumbai-rumbai pada pergelangan kaki. Bentuk pakaian yang
terlukis di sini merupakan ciptaan baru. Biasannya tak lupa dengan tombak/panah
dan perisai yang dipegang mempelai laki-laki menambah kesan adat Papua.
Pakaian Pernikahan
Mempelai
Pakaian pernikahan yang dikenakan oleh kedua
mempelai adalah busana putih-putih, merah-kecoklatan. Orang Papua memang
menyenangi warna putih dalam berbusana, hal ini merupakan suatu perkembangan
yang berjalan seiring dengan waktu.
Meski mereka tetap menyukai warna-warna meriah dan corak khas Papua, seperti manik-manik atau hiasan bulu cendrawasih. Kombinasi warna yang dipakai disimbolkan oleh corak warna bulu burung cendrawasih.
Meski mereka tetap menyukai warna-warna meriah dan corak khas Papua, seperti manik-manik atau hiasan bulu cendrawasih. Kombinasi warna yang dipakai disimbolkan oleh corak warna bulu burung cendrawasih.
Pakaian Tetua Adat dan
Agama
Yang dikenakan oleh para tetua adat dan agama
adalah berbeda. Tetua Adat biasanya menggunakan pakaian adat Papua tradisionil,
bulu cendrawasih dan hiasan taring babi. Sedangkan Tetua Agama mengenakan jubah
kuning flannel yang seragam dan senada.
Pakaian Pernikahan
Masyarakat
Masyarakat setempat yang menjadi pengiring
mempelai biasanya mengenakan pakaian biasa atau baju terbaik mereka. Atau bila
tidak, pada umumnya mengenakan sarung tenunan lokal dengan atasan baju biasa
atau baju berwarna putih – yang menandakan kesucian.
Berbeda dengan koteka. Berikut Penjelasan mengenai pakaian atau baju adat Papua:
Koteka merupakan suatu keterampilan yang unik, yang hanya dimiliki oleh suku pedalaman masyarakat di Papua, dimana Koteka merupakan pakaian adat yang digunakan pada saat belum dikenalnya Celana.digunakan untuk menutupi (maaf) Kemaluan Laki-laki.
Berbeda dengan koteka. Berikut Penjelasan mengenai pakaian atau baju adat Papua:
Koteka merupakan suatu keterampilan yang unik, yang hanya dimiliki oleh suku pedalaman masyarakat di Papua, dimana Koteka merupakan pakaian adat yang digunakan pada saat belum dikenalnya Celana.digunakan untuk menutupi (maaf) Kemaluan Laki-laki.
Asal Usul
Koteka terbuat dari kulit Labu Air. cara
pembuatanya dengan mengeluarkan isi dan biji labu yang sudah tua, dan kulitnya
di jemur. kata Koteka secara harfiah, bermakna Pakaian, berasal dari bahasa
salah satu suku di Kab.Paniai. sebagian Suku pegunungan Jayawijaya menyebutnya
hilom atau horim
Banyak Suku yang dapat dikenali dengan cara mereka menggunakan koteka, untuk koteka yang pendek digunakan saat bekerja dan yang panjang dengan atribut hiasan, digunakan pada saat melaksanakan upacara adat, namun setiap suku memiliki perbedaan bentuk Koteka, misalnya Suku Yali, memiliki bentuk labu yang panjang, sedangkan masyarakat Tiom biasanya memakai dua labu.
Banyak Suku yang dapat dikenali dengan cara mereka menggunakan koteka, untuk koteka yang pendek digunakan saat bekerja dan yang panjang dengan atribut hiasan, digunakan pada saat melaksanakan upacara adat, namun setiap suku memiliki perbedaan bentuk Koteka, misalnya Suku Yali, memiliki bentuk labu yang panjang, sedangkan masyarakat Tiom biasanya memakai dua labu.
Fungsi dan Filosofi Pakaian
Adat Tradisional Papua (Koteka)
Di jaman modern ini, Koteka yang semakin tersisih, akan fungsinya memang patut untuk tetap di lestarikan dengan cara - cara mengalih fungsikan Koteka tanpa meninggalkan nilai - nilai yang terkandung di dalamnya. Koteka bisa digunakan sebagai media melukis dan souvenir bagi wisatawan, selain itu, dengan melestarikannya sama juga menghargai seni dan keterampilan warga setempat.
Koteka merupakan aset budaya bangsa, sekalipun di era yang modern nanti Koteka telah memiliki fungsi lain, namun tetap menjadi bagian dari kebudayaan yang tak boleh dilupakan, dengan terus melestarikan kebudayaan, sama juga telah menjaga aset budaya yang memiliki nilai - nilai leluhur didalamnya dan tidak hilang di tengah perkembangan jaman.
Langganan:
Postingan (Atom)






